Urban hybriD models for AiR pollution exposure Assessment – UDARA

Pajanan terhadap polusi udara merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang sangat penting yang dapat menyebabkan kematian dan kesakitan/morbiditas, serta biaya kesehatan dan ekonomi dengan dampaknya yang luas. Urban hybriD models for AiR pollution exposure Assessment (UDARA) bertujuan untuk menetapkan model estimasi pajanan nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3) dan partikulat, sebagai pencemar udara ambien yang paling sering melampaui ambang batas di Indonesia. UDARA adalah proyek penelitian yang didanai bersama oleh Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) dan Newton Fund Research Council UK (RCUK). Riset yang berlangsung selama 3 tahun ini merupakan kolaborasi peneliti Indonesia dan Inggris, yang terlibat di dalam proyek EU ESCAPE di Eropa. Konsentrasi pencemar udara diukur menggunakan metodologi pemantauan berbiaya rendah dan diprediksi dengan pendekatan baru menggunakan model Landuse Regression (LUR) serta model hybrid yang menggabungkan penginderaan jauh dan Chemical Transport Model (CTM).


Exposure to atmospheric pollutants is one of the most important environmental health problems with impacts on mortality, morbidity, health costs and the wider economy. Urban hybriD models for AiR pollution exposure Assessment (UDARA) aims to establish exposure estimate models of NO2, O3 and inhalable particulate matters, –the most commonly violated ambient air quality standard pollutants in Indonesia– and to explore their links to health outcomes.  UDARA is a jointly funded research project of Indonesian Science Fund (Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia/DIPI) and Newton Fund Research Council UK (RCUK). The 3-year project is a collaboration work of Indonesian and UK scientists that exploits the experience and extended knowledge gained on EU ESCAPE project in European region. Air pollution exposures will be measured using low-cost monitoring methodology and estimated by a new approach of Land Use Regression (LUR) model and its hybrid incorporating remote sensing and chemical transport models (CTM).

Tentang UDARA

Sejak tahun 1990an di Indonesia telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengkuantifikasi dampak dari pencemaran udara, namun terdapat keterbatasan yang signifikan dalam proses evaluasi tersebut untuk dapat dilakukan di seluruh area di Indonesia. Kurangnya data inventarisasi emisi, data paparan secara time series dan data pengukuran polutan secara spasial sebagai input penting untuk model, menghambat perkembangan studi mengenai hal tersebut karena hal-hal tersebut membutuhkan sumber daya yang besar. Biaya investasi dan biaya operasional yang tinggi dari stasiun pemantauan kualitas udara juga merupakan alasan tidak tersedianya data untuk memberikan informasi paparan polutan yang memadai. Masalah serupa juga ditemukan dalam data hasil kesehatan di sisi reseptor. Sehingga perkiraan dampak dan biaya terkaitnya berdasarkan hubungan respons-paparan juga terhambat. Selain itu, penggunaan fungsi relasi dosis-respons dari negara-negara maju mungkin tidak berlaku untuk Indonesia dengan kondisi dan iklim lokal yang berbeda.

Di kawasan Eropa, kurangnya data spesifik Eropa mengenai paparan paparan polusi udara mendorong proyek EU ESCAPE di kawasan Eropa dan sekitarnya untuk mengembangkan protokol standar dalam penggunaan model regresi penggunaan lahan (Land Use Regression – LUR) dan penyempurnaan lebih lanjut yang juga menggabungkan model penginderaan jauh dan transportasi kimia. Model LUR memberikan fleksibilitas dan metode yang cost-effective dalam penggunaan variabel prediktor geospasial. Metode baru yang muncul ini dikombinasikan dengan metodologi pemantauan biaya rendah untuk memperkirakan estimasi paparan spasial yang masuk akal.

Proyek UDARA akan memanfaatkan pengalaman dan memperluas pengetahuan melalui kerja kolaborasi ilmuwan Indonesia dan pakar akademis Inggris yang sebelumnya terlibat dalam proyek EU ESCAPE untuk mengembangkan metodologi yang sesuai untuk diaplikasikan di Indonesia. Serta mendukung studi epidemiologi terkait. Penelitian ini akan menghasilkan perkiraan paparan dari parameter yang paling sering melewati baku mutu kualitas udara ambien Indonesia yaitu NO2, O3, partikel partikulat yang dapat dihirup (PM10, PM2.5, PM1.0) dan mengantisipasi peran polutan berbahaya lainnya seperti Black Carbon, logam berat, senyawa sulfur formaldehyde dan BTEX. Studi akan dilakukan di Jakarta dan satu kota terpilih yang terkena dampak kebakaran hutan.

Sifat multidisiplin dari proyek UDARA akan meningkatkan pemahaman dari berbagai keahlian dengan latar belakang yang berbeda dalam mencocokkan pengukuran perkiraan paparan dan data kesehatan yang diperlukan dan sebaliknya.

Anggota Tim Peneliti

Peneliti Utama dan Peneliti

  • The University of Manchester (UoM)
    • Gordon McFiggans (Kimia Atmosfer dan Pemodelan) (PI)
    • Sarah Lindley (Pemodelan GIS)
    • Raymond Agius (Kesehatan Lingkungan)
    • Martie van Tongeren (Kesehatan Lingkungan)
    • Douglas Lowe (Pemodelan Kualitas Udara)
    • Melanie Carder (Kesehatan Lingkungan)
  • Leeds University
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Driejana (Kualitas Udara) (PI)
    • Akhmad Riqqi (GIS)
    • Herto Dwi Ariesyadi (Kesehatan Lingkungan)
    • Agung Budi Harto (Penginderaan Jauh)
    • Mohammad Irsyad, M.Si (Kualiltas Udara)
    • Adyati Pradini Yudison (Kualitas Udara)
    • Nadiyatur Rahmatikal Wasi’ah, MT (Kualitas Udara)
  • Universitas Padjadjaran (UNPAD) – Fakultas Kedokteran
    • Fedri R.Rinawan (Kesehatan Masyarakat)
    • Dwi Agustian (Epidemiologi dan Biostatistik)
    • Cut Novianti Rachmi (Kesehatan Masyarakat)
    • Noormarina Indraswari, MD (Kesehatan Masyarakat)
  • BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional)
    • Muhayatun Santosa
    • Dyah, M.Sc

Asisten Penelitian

  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
    • Ahmad Daudsyah Imami S.T
    • Kandu Jiwandono S.T
    • Praba Fitra S.T
    •  Novi Kartikasari S.T
    • Dini Aprilia Novriani
    • Ahmad Fawaid
    • Anis Ananta

Work Packages & Objectives

WORK PACKAGES (WP)

WP 1 – Urban air quality and exposure assessment

WP 2 – Collation and Collection of Air Pollution Measurements

WP 3 – Regional pollution modelling

WP 4 – Health data evaluation

OBJECTIVES

  1. To collate and evaluate available geospatial predictor data and develop a spatially coherent geodatabase for two
    Indonesian cities (WP1). This will include developing new predictor variables from remote sensing and external sources,
    e.g. global inventories and international data resources.
  2. To design a protocol for spatial measurement of air pollutants with low-cost monitors in area of sparse data and limited
    resources, drawing on methodology from the EU ESCAPE project (WP2).
  3. To develop models of the most often non-compliance pollutants of NO2, O3, PM10, PM2.5 and explore the inclusion of
    PM composition, BTEX and formaldehyde (WP3)
  4. To develop and apply classic and innovative hybrid LUR models (with chemical transport model and imagery based
    predictors) to estimate spatial gradients in two case study cities with under-researched urban pollution climates (WP1 & 3).
  5. To collate information on, and evaluate the characteristics of existing health datasets in the case study cities and other
    national datasets, including time-activity data, cohorts which may be studied epidemiologically, and confounders to
    recommend the most appropriate design for future epidemiologic study (WP4).
  6. To develop long-term exposure estimates for existing health datasets, using ESCAPE protocols for temporal calibration,
    where appropriate. Where current data do not support robust exposure estimation or subsequent health outcome analysis,
    the necessary protocols will be constructed through collaboration between UK and Indonesian health specialists (WP1 &
    4).

Aktivitas

 

 

Seminar Data Management System UDARA

   DESKRIPSI KEGIATAN RDM adalah persyaratan yang diwajibkan oleh RCUK sebagai kebijakan umum bagi setiap penelitian yang didananai.  Dengan penelitian UDARA ini sangat penting bagi ITB untuk menyiapkan sistem RDM Kegiatan ini merupakan wadah diskusi antara tim peneliti dan juga tim RDM ITB dalam pengembangan sistem RDM di ITB WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan ini direncanakan …

Lokakarya Insiasi Penelitian UDARA

DESKRIPSI KEGIATAN Merupakan kegiatan yang mempertemukan seluruh tim peneliti dari semua pihak yang terlibat. Untuk berkoordinasi dan merencanakan langkah selanjutnya  serta saling menjelaskan progres dari setiap work package. TUJUAN Melakukan koordinasi langsung antar tim peneliti Mengetahui progres dari setiap Work Package penelitian UDARA Merencanakan tahap-tahap selanjutnya dari penelitian UDARA WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan ini …